Sejauh ini saya tidak tahu kadar seberapa viralnya orang yang berprofesi sebagai guru SMA ini di media sosial dan saya juga tidak mengikuti gosip yang beredar baik di Youtube maupun medsos lainnya.
Setidaknya ada satu orang di beranda Facebook saya dimana saya juga tidak aktif disana ada yang pernah menulis “Guru Gembul” dalam caption pendek shitpost nya.
Namun sejauh saya tau dari Youtube bahwa sudah ada begitu banyak orang yang mengetahui eksistensi seorang guru yang saat ini juga mungkin dikenal sebagai Youtuber yang selalu mengaku gendut ini.
Siapa Guru Gembul ?
Awal mula saya mengenal channel ini akhir tahun 2022 kemarin yang mana ada video entah siapa yang muncul di beranda saya dengan konten reaksi terhadap salah satu video Guru Gembul yang membahas mengenai kondisi mental orang Indonesia dalam bahasannya untuk Alip Ba Ta.
Video reaksi ini cukup panjang dan anehnya saya tonton meskipun dengan muka skeptis diawal video karena penampilan si guru ini cukup mengingatkan saya pada suatu golongan agama tertentu yang belakangan ini sering mendapat komplain. Dan memang, diawal video pun saya tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang beliau sampaikan, hingga kemudian saya menilai bahwa cara beliau berbicara dan menyampaikan pendapat yang selalu dilengkapi dengan kutipan dari berbagai sumber membuat saya terpukau dan selesai video tersebut saya langsung menuju ke channel aslinya untuk melihat lebih banyak konten dari Guru Gembul.
Dan ya, semalaman saya dengarkan banyak videonya secara maraton sembari saya bekerja di dapur mertua. Dan memang, saya suka dengan channel yang saya ketahui saat itu video terlama nya sudah ada sejak 3 tahun yang lalu.
Kenapa saya suka ?
Saya suka cara beliau menyampaikan materinya dengan gamblang dan terlebih lagi beberapa topik yang dibawakannya adalah apa yang tengah atau seringkali saya pikirkan, dan beberapa sumber yang beliau lampirkan pun pernah saya baca, hanya saja sumber beliau memang jauh lebih banyak dan lebih lengkap.
Pola pikir yang rasional dan mengedepankan skeptikal adalah syarat untuk bisa menemukan jawaban dan beliau menggunakan itu.
Namun mesikpun begitu, tetap saja tidak sepenuhnya saya setuju dengan apa yang beliau sampaikan meskipun pendapatnya selalu dilengkapi dengan data dari sumber-sumber yang bisa dijelajahi secara terbuka baik buku maupun materi digital.
Penyampaian sejarah dengan lebih enak di dengar. Selama ini kita mengetahui bahwa pelajaran sejarah merupakan pelajaran yang sangat membosankan dan tidak penting. Namun cara beliau menyampaikan membuat sejarah menjadi lebih bisa dinikmati dan bisa dipelajari serta bisa ditangkap pesan moralnya.
Apa yang tidak saya sukai ?
Menurut saya, ini jelas pendapat saya pribadi bahwa guru gembul selalu mengedepankan teks untuk menjadi bahan rujukan.
Berpatokan pada teks tidak selalu salah dan begitu juga tidak sepenuhnya benar, dan beliau pun sadar dengan itu dengan selalu mengatakan bahwa beliau ini tidak pernah meng-klaim kebenaran atau apa yang disampaikan itu adalah kebenaran.
Memang ada bagusnya seperti itu yakni untuk membuat pada penontonnya lebih membuka pikiran mereka ketimbang malah mendapatkan doktrin dari channel Guru gembul.
Akan tetapi saya tidak semua orang mengerti dengan hal itu dan tidak sedikit orang yang lebih tertarik untuk mendapatkan doktrin, sehingga alih-alih menjadi lebih terbuka dengan pikiran, malah memiliki kecenderungan menunggu jawaban di video selanjutnya atau mencari jawaban di kolom komentar yang kemudian dijadikan doktrin kebenaran.
Pengkajian tekstual dan hanya berpatokan pada catatan sejarah juga tidak sepenuhnya memnbuka tabir misteri dan bahkan bisa membuat orang terjebak pada kebingungan diantara begitu banyaknya teori.
Dan kemudian semuanya akan dikembalikan ke logika para penonton yang mana logika setiap orang itu berbeda dan seringkali memiliki kecacatan.
Mencurigakan
Diawal saya menonton video-video beliau saya sempat ada pikiran curiga tentang bagaimana orang dengan pikiran terbuka seperti ini bisa masih tetap beragama ? Yang rupanya pertanyaan semacam itu sudah banyak ditanyakan oleh penontonnya dan bahkan beliau bahas juga dalam banyak videonya.
Yang kemudian saya temukan jawaban yang cukup membuat saya terkesan sesaat bahwa cara beliau memandang agama tidak seperti apa yang saya lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Cara pandang yang mendasar dan absolut tanpa bantahan dengan landasan banyak sekali sumber dan segala kemungkinan yang mungkin beliau dapatkan berdasarkan teks juga atau murni dari pikirannya yang mengatakan bahwa Agama adalah sesuatu yang turun dari Tuhan dan dikenal secara universal sejak jaman manusia membuat peradaban.
Yang menurut saya pribadi agama adalah bagian dari budaya, yang menurut beliau sampaikan dalam salah satu videonya merupakan cara pandang ateisme pada agama. Saya ateis ? Hmm
Biodata Guru Gembul
Lalu siapa sebenarnya nama asli dan biodata lengkap dari seorang Youtuber yang bersembunyi dibalik nama Guru Gembul ?
Apakah itu penting ? Sepenting apa sosok dibalik guru gembul ?
Sejauh ini saya tidak pernah mencari tahu dan cenderung tidak peduli karena saya tidak tertarik secara pribadi pada Guru Gembul. Dan apa gunanya juga saya mencari tahu yang justru bisa membelokkan ketertarikan saya menjadi rasa kagum ?
Untuk apa juga mengagumi seseorang yang cuma karena ada kesamaan berpikir ?
Kemarin lalu saat saya bekerja sembari memutar video Guru Gembul, ada salah satu teman saya yang nanya “Oh lu nge-fans sama Guru Gembul ?”
Betapa saat itu saya pikir pertanyaan teman saya ini aneh.
Atas dasar apa kemudian saya menjadi fans ketika saya memutar video dari seorang youtuber ? Bukankah normal menonton video di Youtube tanpa harus mengidolakan host atau pemilik channelnya ?
Ketika saya tertarik dengan materi yang disampaikan di video tersebut, bukan berarti saya ngefans dengan si penyampai tersebut.
Dan ini yang kemudian bisa menjadi seseorang mengkultuskan orang lain hanya karena mengidolakan secara membabi buta yang semua itu berawal dari rasa kagum dan sejenisnya.
Apa ini bentuk dari Ngeles yang saya lakukan ?
Kesimpulan
Sejauh ini saya melihat penontonnya belum secara dramatis berkembang meskipun beliau sudah beberapa kali tayang di channel Deddy dengan jutaan jumlah tayangan dan bahkan muncul di televisi nasional (saya dengar begitu, saya tidak punya TV).
Dan saya rasa sepertinya lebih baik lagi jika beliau ini lebih sering di ekspose dan mendapat kesempatan untuk mengisi banyak acara pengajian.
Cara pikir dan cara penyampaian beliau saya kira bisa lebih membuat para pendengar pengajian menjadi lebih terbuka secara nalar yang rasional ketimbang selalu dijejali dongeng-dongeng surgawi yang tidak memberikan dampak apapun dalam kehidupan seosial.
Dan saya kira jika para pengisi kutbah keagamaan memiliki cara pikir seperti beliau ini, agama yang ada saat itu (mungkin) akan sangat jauh dari apa yang kita lihat sekarang.
