DDR4 16Gb branded turun untuk sesi kedua, tetapi pasar memori belum bergerak turun bersama. Pada penutupan 9 September, rata-rata spot DDR4 16Gb 3200 turun 0,82% menjadi US$91,00. Setelah turun 1,61% sehari sebelumnya, penurunan kumulatif dua sesi mencapai sekitar 2,68%.
Namun versi eTT 16Gb justru naik lagi 1,03%, DDR4 8Gb eTT naik 1,58%, dan DDR5 branded bertambah 0,31%. Artinya sinyal koreksi pada chip berkapasitas tinggi kini lebih kuat daripada kemarin, tetapi sifatnya tetap selektif menurut densitas dan grade.
Perkembangan penting
- DDR4 16Gb branded melanjutkan penurunan. Rata-rata spot turun dari US$93,25 pada 7 September menjadi US$91,75 pada 8 September, lalu US$91,00 pada 9 September. Dua sesi turun berturut-turut mulai layak dipantau sebagai sinyal, tetapi belum cukup panjang untuk disebut tren baru.
- eTT bergerak ke arah berlawanan. DDR4 16Gb eTT naik menjadi US$12,213 dan DDR4 8Gb eTT menjadi US$5,13. Kenaikan berulang pada eTT memperlihatkan bahwa pasar tidak sedang mengalami pelepasan stok serempak.
- DDR4 8Gb branded baru melemah tipis. Harga rata-rata turun 0,10% menjadi US$45,321. Pergerakan ini jauh lebih kecil daripada DDR4 16Gb dan belum menunjukkan tekanan jual besar pada densitas yang lebih rendah.
- DDR5 justru kembali naik. DDR5 16Gb 4800/5600 bertambah 0,31% menjadi US$54,50. DDR5 eTT tetap US$24,00. Perbedaan ini menegaskan bahwa istilah “harga RAM turun” terlalu luas untuk kondisi sekarang.
- NAND tidak memiliki pembaruan harga harian baru. Data publik terakhir masih 31 Agustus: wafer 512Gb TLC turun 0,90% menjadi US$20,708, sedangkan 256Gb dan 128Gb TLC datar. Satu pembaruan mingguan lama tidak boleh diperlakukan sebagai pergerakan 9 September.
- Pengadaan lebih awal masih menopang rantai consumer. Kekhawatiran terhadap biaya komponen membuat merek PC, notebook, dan elektronik memajukan sebagian pembelian. Demand seperti ini dapat menjaga harga jangka pendek, tetapi juga berisiko mengambil permintaan dari periode berikutnya.
Analisis: koreksi selektif mulai mendapat konfirmasi
Perubahan tesis hari ini kecil tetapi nyata. Kemarin, penurunan DDR4 16Gb branded baru merupakan kandidat koreksi. Setelah turun untuk sesi kedua, probabilitas bahwa tekanan pada densitas tinggi sedang berubah kini meningkat.
Meski begitu, bukti tersebut belum dapat diterjemahkan langsung menjadi penurunan kit 32GB 2x16GB atau 64GB 2x32GB. Harga chip spot bukan harga modul. Produsen modul dan distributor masih membawa inventory dengan biaya lama, sementara komponen PCB, binning, heatsink, RGB, garansi, kurs, dan margin kanal menciptakan jeda.
Gerak eTT yang berlawanan juga penting. Jika oversupply telah muncul, harga branded dan eTT seharusnya mulai melemah lebih luas, penjual menawarkan volume lebih agresif, dan inventory modul bertambah. Yang terlihat sekarang justru repricing pada satu kelompok chip branded sementara kelompok lain naik atau bertahan.
Alokasi kapasitas tetap menjadi penahan utama. Pendapatan industri DRAM kuartal kedua mencapai hampir US$154,73 miliar setelah naik 59,5% secara kuartalan, sementara ekspansi pasokan masih tertinggal dan tambahan supply diprioritaskan untuk server. HBM dan RDIMM berkapasitas tinggi tetap bersaing dengan consumer untuk wafer, packaging, serta investasi.
CXMT tidak otomatis mengubah situasi tersebut. Tambahan output Tiongkok bisa meningkatkan tekanan kompetitif, tetapi jalur server DRAM dan pengembangan HBM memberi CXMT tujuan selain DIMM desktop murah. Hal yang sama berlaku bagi YMTC: kenaikan bit-output baru bearish bagi SSD consumer ketika inventory retail meningkat dan pemotongan harga terjadi lintas merek.
Pada NAND, enterprise SSD masih menjadi jalur serapan besar. Pendapatan lima vendor enterprise SSD diperkirakan mencapai US$37,59 miliar pada kuartal kedua karena kombinasi shipment dan harga yang lebih tinggi. HBF berpotensi menambah serapan NAND untuk AI, tetapi belum boleh dihitung sebagai demand massal tanpa data pengiriman.
Skenario kelonggaran NAND pada paruh kedua 2027 tetap masuk akal. Migrasi proses dan kapasitas Tiongkok diperkirakan menaikkan bit-output, tetapi pasar 2026 masih diproyeksikan defisit 4–5% dan server menyerap lebih dari 40% demand bit NAND. Oversupply 2027 tetap skenario, bukan kondisi hari ini.
Implikasi pasar Indonesia
Snapshot listing lokal masih menunjukkan pasar yang terfragmentasi. Harga berikut adalah penawaran terindeks, bukan transaksi selesai; stok checkout, varian, kondisi, dan garansi harus diverifikasi.
- DDR4 32GB 2x16GB 3200: penawaran basic atau non-RGB masih terlihat sekitar Rp3,4 juta sampai Rp4,5 juta, sedangkan produk RGB dapat mencapai sekitar Rp5,2 juta sampai Rp6 juta. Selisih ini lebih mencerminkan merek dan fitur daripada perubahan pasar harian.
- DDR4 32GB 2x16GB 3600: Team Delta RGB masih mengelompok sekitar Rp4,68 juta sampai Rp4,94 juta. G.Skill Sniper X non-RGB sekitar Rp2,899 juta tetap menjadi outlier yang perlu dicek stok, varian, dan usia listing sebelum disebut harga transaksi.
- 3200 versus 3600: Team Delta RGB 3200 sekitar Rp5,246 juta masih lebih mahal daripada beberapa listing 3600. Ini menunjukkan inventory lama dan kanal dapat mengalahkan urutan spesifikasi. Kecepatan lebih tinggi tidak otomatis lebih mahal.
- DDR4 64GB 2x32GB: Team Delta RGB 3200 terlihat sekitar Rp7,765 juta, versi 3600 sekitar Rp8,695 juta, sedangkan T-Create Classic 3200 berada mendekati Rp9,7 juta sampai Rp10,4 juta. Belum terlihat penurunan retail seragam setelah pelemahan chip 16Gb.
- DDR5 32GB: listing yang terlihat masih tersebar sekitar Rp8,1 juta sampai Rp11,7 juta untuk 5600–6000, jauh di atas baseline lokal akhir Agustus. Penyebaran terlalu besar untuk dianggap harga pasar sehat dan kemungkinan kuat memuat long-tail inventory.
- DDR5 64GB: produk premium 6000 masih muncul sekitar Rp18,6 juta sampai Rp21,7 juta, dengan outlier lebih tinggi. Harga tersebut tidak layak menggantikan baseline tanpa verifikasi penjualan aktual.
- SSD Gen4 1TB: Crucial P310 sekitar Rp1,478 juta tetap menjadi contoh value, sedangkan Lexar NQ780 sekitar Rp3,09 juta dan produk premium jauh lebih tinggi. Satu SKU murah belum membuktikan NAND atau SSD turun market-wide.
- Baru versus second: belum ada pasangan listing dengan SKU, kapasitas, kecepatan, dan kondisi identik yang cukup bersih untuk menghitung diskon second. Harga second baru berguna bila dibandingkan dengan barang baru yang benar-benar tersedia.
Kecepatan penyerapan belum dapat dihitung dari listing publik. Hilangnya listing tidak selalu berarti barang terjual, sedangkan listing aktif belum tentu siap dikirim. Karena itu pelemahan dua sesi pada chip DDR4 16Gb harus menunggu konfirmasi di stok distributor dan modul retail.
Kesimpulan
Tesis DRAM tetap ketat, tetapi DDR4 16Gb branded kini resmi masuk status koreksi selektif yang perlu dipantau. Penurunan sekitar 2,68% dalam dua sesi memberi sinyal lebih kuat bagi densitas tinggi, namun belum mengubah seluruh pasar karena eTT terus naik, DDR5 menguat, dan DDR4 8Gb hanya turun tipis.
Konfirmasi terhadap kit 32GB dan 64GB memerlukan tiga lanjutan: DDR4 16Gb turun beberapa sesi lagi, harga modul mengikuti, dan inventory lokal bertambah. Tanpa itu, penurunan masih berada di upstream dan belum menjadi kesempatan beli retail yang luas.
Untuk skenario oversupply 2027, standar pembuktiannya tetap sama: inventory consumer meningkat, spot dan contract price turun konsisten, serta pertumbuhan bit-output melampaui penyerapan AI, HBM, enterprise SSD, dan server.
Bagi pembeli Indonesia, jangan memakai satu listing murah atau satu chip yang turun sebagai bukti pasar telah berbalik. Pasar masih selektif; peluang terbaik muncul dari anomali SKU dan kanal, bukan penurunan serentak.
Sumber
- TrendForce DRAM Spot Price, pembaruan 9 September 2026
- TrendForce NAND Flash Price Trends
- TrendForce, pendapatan industri DRAM kuartal kedua 2026
- TrendForce, pasar enterprise SSD kuartal kedua 2026
- TrendForce, outlook pasokan NAND 2027
- SK hynix, pengembangan High Bandwidth Flash
- Shopee Indonesia, snapshot Team Delta DDR4 dan DDR5
- Shopee Indonesia, snapshot kit 64GB 2x32GB
- Blibli, snapshot SSD NVMe 1TB