//
01
Harga RAM Segera Turun
Judul post ini terdengar sangat optimistis ? Ya, dan apakah itu keliru, biasanya optimisme memang sering berujung keliru. Tapi tidak selalu begitu.
Dan bukankah itu yang selalu anda sebagai PC builder atau Enthusiast harapkan bahwa harga RAM segera turun ?
Oke, di kasus ini kita ngomongin sedikit tentang RAM yang belakangan ini kebetulan sekali saya berurusan dengan itu karena mendadak saya rakit PC dan kebentur kaget dengan harga RAM yang sangat "tidak masuk akal" pada awalnya, jika dibandingkan dengan harga pasaran di 2024 atau sebelumnya dimana saya rakit PC di 2021.
Terkait dengan RAM kenapa jadi super mahal khususnya DDR5, adalah gak lain karena Industri yang sekarang sedang gila di AI. Kesana sekarang semua hal bermuara.
Dan Industri AI ini sendiri masih sangat muda, baru sekitar 2022 fenomena ini bermula, dan berarti ini baru 3 tahunan, sangat muda, bahkan balita.
Tapi, meskipun masih semuda itu, konsumsinya gila-gilaan untuk suplay hidup mereka dan yang paling gila sementara ini ada di Memory.
Nah karena permintaan sangat tinggi dari industri ini, Produsen Ram yang selama ini cuma ada 3 pemain, otomatis diserap semua kesana, dan untuk produsen sendiri, permintaan besar industri yang siap bayar berapapun jelas lebih menarik ketimbang harus mikirin gamers yang demand nya naik turun.
Bahkan belakangan ini Nvidia menghapus kategori Gamers di laporan keuangan terbarunya yang sedari dulu adalah basis marketnya yang sekarang sudah di dominasi AI.
Kemarin di akhir maret ada isu yang muncul soal penurunan harga RAM imbas dari munculnya Google TurboQuant yang mengklaim efisien terhadap memory sehingga tidak butuh banyak suplay RAM dan batalnya kontrak OpenAI yang sebelumnya berencana mengambil 40% total suplay produksi RAM di planet ini.
Imbas dari itu, terjadi gejolak penurunan harga RAM karena beberapa distributor di China buang barang untuk mengambil profit di harga yang lagi naik tinggi-tingginya sekitar 300% an dari harga normalnya, sebelum crash terjadi.
Dan benar, dampak dari hal itu ada penurunan 30% di market global yang membuat retail beranggapan bahwa harga RAM akan kembali turun ke harga normal (2024), yang ternyata gejolak tersebut hanya sedikit noise di market dan tidak berlanjut. Kenapa begitu ? Karena realitanya kebutuhan RAM ini masih sangat tinggi di industri AI.
Bagaimana jika Google mengimplentasikan formula mereka yang 6 kali lebih efisien terhadap memory ? Bukankah ini sinyal bahwa RAM bakal turun setelahnya ? Sayangnya tidak sesederhana itu.
Jika system AI mereka lebih efisien, maka pengembanganannya akan jauh lebih cepat, dengan begitu butuh memory lagi, yang ujungnya ya sama saja.
Dan selain itu juga Samsung langsung naikin harga kontrak sebesar 30% sampai akhir tahun 2026, diikuti Hynix, dan Micron bahkan sudah mengumumkan kalau pasokan mereka sudah habis sampai akhir 2026.
Yang artinya, tidak ada ruang lagi mereka produksi untuk retail.
Kemudian yang belakangan ini muncul sebagai harapan baru adalah RAM china yang dikabarkan akan membanjiri market retail dipertengahan 2027, yang akan menekan harga RAM kembali turun.
Masa ?
China, juga besar sekali industri AI nya, bahkan belakangan mereka sedang mengembangkan HBM sendiri yang jika itu berjalan, maka suplay memorinya juga bakal mengarah kesana. Yang memang sangat lapar dan butuh sebanyak mungkin dengan biaya seberapapun.
Artinya, retail lagi-lagi tidak kebagian.
Dan jika harapan terakhir itupun arahnya adalah validasi penguat bahwa Harga RAM tidak akan turun, apalagi dalam waktu dekat, kedepan industri AI makin besar dan kebutuhannya makin besar pula, maka dengan itu tidak ada lagi ruang untuk retail.
Mungkin satu-satunya harapan terakhir adalah pecahnya AI Bubble.
Yang masalahnya adalah, apakah AI ini bubble atau shifting paradigma industri ?
Jika kita bandingkan dengan bubble terdekat beberapa tahun sebelumnya yakni Crypto, AI ini utilitasnya jauh lebih nyata ketimbang crypto sejauh ini dan konsepnya juga jauh lebih luas.
Adopsinya sangat cepat dan meliputi seluruh industri, yang artinya cukup berbeda dengan crypto dan bubble lain sebelumnya.
Dan jika memang AI bukanlah bubble, maka yang terjadi adalah kemudian manusia harus beradaptasi dengan era baru teknologi saat ini dan masa depan dimana kita saat ini sudah kalah bersaing dengan AI di segala aspek, dan sudah hidup berdampingan dengan mereka bahkan tanpa disadari sekalipun, dan akan benar-benar hidup dalam dunia mereka kedepannya karena semakin kesini, manusia mulai ketergantungan dengan teknologi magic AI itu sendiri, yang jatohnya manusia makin bodoh, makin tidak bisa menyesuaikan diri dengan peradaban baru dan makin tertinggal.
Energi dikuras untuk AI dan begitu seterusnya.
Kembali ke Harga RAM Turun, coba pikirkan, jika cuma karena AI belakangan ini yang baru mulai menggila tahun kemarin kenaikan RAM sudah segitu gila, maka 2-3 sampai 5 tahun mendatang seberapa gilanya ?
Dan jika AI bisa menaikkan segitu tingginya nilai RAM dalam waktu yang sangat singkat, maka untuk bisa membuatnya turun adalah membuat ledakan yang sama masifnya dengan AI itu dengan arah terbalik, apa itu ? Silahkan pikirkan.
Post a Comment
Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pembaca lain
Tulis Pertanyaan