//
01
Gugatan Kartel DRAM Yang Kekanakan
Belakangan ini kita sepakat bahwa harga parts PC melambung tinggi khususnya RAM dan diikuti oleh SSD yang saat ini jadi komoditas yang diperebutkan banyak pihak.
Dan karena lonjakan harga tersebut bahkan hingga sekarang masih terus naik, memicu kepanikan di ranah konsumen yang semakin tertekan, menghasilkan gugatan terhadap 3 raksasa DRAM di dunia yakni SK, Samsung dan Micron yang isinya kurang lebih seperti ini:
Inti Gugatan Terhadap Trio Raksasa RAM (Samsung, SK Hynix, Micron)
Gugatan class action yang diajukan oleh sejumlah konsumen dan pelaku bisnis PC kecil ini menuduh adanya praktik kartel dan manipulasi pasar yang memicu lonjakan harga RAM PC konsumen secara tidak wajar.
Berikut adalah poin-poin utama isi gugatannya:
* Tuduhan Kelangkaan Buatan (Artificial Scarcity):
Ketiga perusahaan yang menguasai sekitar 90% pangsa pasar DRAM global ini dituduh sengaja memotong produksi memori standar konsumen (seperti DDR3 dan DDR4) secara bersamaan demi mendongkrak harga di pasar.
* Alih Fungsi Berkedok Tren AI:
Penggugat mengklaim bahwa peralihan kapasitas produksi besar-besaran ke memori premium HBM (High-Bandwidth Memory) untuk data center kecerdasan buatan (AI) sebenarnya digunakan sebagai "kedok" untuk mencekik pasokan RAM PC desktop dan laptop konvensional.
* Pelanggaran Hukum Ekonomi Dasar:
Dalam pasar yang sehat, jika harga sebuah komoditas melonjak hingga 700%, seharusnya salah satu produsen akan menaikkan kapasitas produksi untuk merebut pasar. Namun, gugatan ini menyoroti bahwa ketiganya justru kompak menahan diri dan ikut memangkas pasokan. Bahkan, penutupan divisi memori konsumen Crucial oleh Micron dianggap tidak masuk akal secara bisnis normal.
* Monopoli yang Sulit Ditembus:
Gugatan ini menyatakan tidak ada kompetitor baru yang bisa masuk untuk menstabilkan harga karena biaya membangun pabrik fabrikasi (fab) baru yang terlampau tinggi (mencapai belasan miliar dolar) serta adanya hambatan regulasi ekspor teknologi global.
* Dampak Nyata ke Konsumen & Industri:
Lonjakan harga RAM ini disebut menjadi biang keladi di balik meroketnya harga perangkat jadi di pasar, mulai dari lini produk Mac milik Apple, hingga kenaikan harga konsol seperti Xbox dan PlayStation.
Penggugat menilai bahwa ini adalah kali ketiga ketiga Raksasa tersebut bersekongkol untuk memanipulasi harga pasar untuk mengambil keuntungan lebih, dimana SK dan Samsung memang pernah terbukti mengaku bersalah di era sebelumnya, terdekat di tahun 2018 lalu.
Lalu apakah untuk kali ini gugatan tersebut masih sama bobotnya dengan periode sebelumnya ?
Dan ini yang musti dipahami banyak orang, bukan cuma soal "permainan" kartel, tapi melihat konteks yang sedikit lebih luas.
Perubahan Era
Jika di tahun 2000 dan 2016 dimana kasus kartel pernah terjadi dan menyeret ketiganya dalam persidangan, dimana waktu itu market utama produk mereka adalah pengguna (retail), kali ini ada perbedaan yang sangat signifikan. Yakni adaptasi AI.
Market utama mereka saat ini untuk data center yang meminta begitu banyak suplai HBM dan menawarkan margin tinggi berbasis kontrak. Yang di era sebelumnya hal ini belum ada.
Jadi untuk menilai apakah ini murni Kartel atau bukan, maka kita musti memasukkan variabel tersebut dalam gugatan dan tidak hanya menyebutnya sebagai kedok untuk menekan harga pasar tetap mahal bahkan terus mahal dengan mengurangi produksi pasokan.
Bahkan sebulan lalu NVIDIA dengan semangatnya bilang bahwa jika dulu kita membuat komputer untuk manusia, sekarang kita menciptakan komputer untuk AI.
Artinya, terjadi pergeseran paradigma di industri ini, bukan manusia lagi pasar utama yang mereka sasar, tapi kecerdasan buatan yang lebih fungsional dan akan dipergunakan di banyak sekali sektor yang kapasitas kerjanya jauh lebih efisien dibanding manusia.
Bahkan produk-produk terbarunya NVIDIA kolaborasi dengan Microsoft adalah menciptakan komputer berbasis AI, dimana sebelumnya program atau aplikasi komputer adalah alat yang digunakan manusia untuk menciptakan sesuatu, di produk mereka justru aplikasi ini adalah alat yang digunakan AI untuk memenuhi keinginan manusia. Itu dua dimensi yang jauh berbeda.
Dan mau tidak mau, kita memang sedang berhadapan dengan perubahan besar ini dan kita harus mengerti bahwa perubahan besar ini sedang terjadi dan akan lebih mengerikan kedepannya, dimana AI ini bisa bertransformasi dalam form apa saja yang bahkan kita tidak kenali lagi keberadaannya, seperti halnya listrik saat ini. Yang bahkan kita sudah sangat bergantung padanya.
Prioritas Bisnis
Saya jujur saya mengernyitkan dari melihat tuntutan terkait pelanggaran Hukum Ekonomi dalam gugatan yang menyebut bahwa "Jika harga sebuah komoditas naik 700%, SEHARUSNYA salah satu produsen akan menaikkan kapasitas produksi untuk merebut pasar, bukan malah kompak menahan diri dan ikut memangkas pasokan".
Ini lucu saya pikir.
Bukan gimana-gimana, masalahnya adalah ketiga produsen tersebut sudah dikontrak oleh Data Center untuk produksi HBM dengan margin besar, ketiganya yang sayangnya mereka adalah 3 pemain besar dan cuma ada 3 yang saat ini beroperasi. Jadi ketika ketiganya sudah dikontrak untuk produksi HBM, ya ketiganya berjalan kearah yang sama.
Oke kita buat gambaran konyol dari gugatan ini ya, Misal SK dan Micron sudah dikontrak untuk produksi HBM, kemudian Samsung disamperin juga, dikontrak untuk produksi HBM karena kebutuhan masih terus bertambah.
Kemudian Samsung menolak dengan bilang, TIDAK ! Saya memilih untuk produksi kebutuhan Retail supaya harganya tetap rendah ! Konyol awokwokwokwok. Logika macam apa yang bertindak begitu ???
Investor Samsung : Lu sinting apa kagak waras ? Mau jadi badan amal internasional ???
Kepikiran tidak ?
Jika pesanan HBM menawarkan margin besar dengan kontrak yang baku, jalur distribusi yang sederhana, ngapain produsen mikirin market yang acak, spekulatif dengan jalur distribusi ribet dengan margin kecil ?
Coba lihat dari sudut pandang produsen, jangan cuma dari sudut pandang konsumen yang sedang tertindas.
Monopoli
Ketika satu entitas menguasai pasar dengan sangat dominan dan bahkan mengendalikan pasokan, harga dan aturan terkait suatu komoditas atau lebih, saya pikir itu adalah monopoli. Seperti yang dilakukan VOC di Indonesia selama 350 tahun itu.
Memegang dan mengendalikan distribusi komoditas dalam satu negara secara absolut dan bercokol tanpa ada persaingan sama sekali. Itu monopoli.
Dan karena ada 3 Entitas, maka disini disebut Oligopoli, yang dalam konteks ini dianggap bahwa muncul Konspirasi jahat atau persekongkolan terselubung dari 3 pihak tersebut yang sama-sama menaikkan harga lebih tinggi dan terus menekan pasokan secara bersama-sama, yang dalam hal ini dikembalikan ke poin Prioritas Bisnis.
Dan gugatan juga menyebut perilaku monopoli ini dengan mengaitkan tidak adanya pesaing baru karena mahalnya modal untuk memulai industri semi konduktor ini hingga miliaran dollar.
Yang dalam hal ini juga perlu dikoreksi karena belakangan muncul pabrikan asal China yang konon juga akan bersaing langsung dan membombardir pasar retail dengan menekan harga dengan pasokan yang sangat masif. Masuk akal ? Tolol.
Yang belakangan juga sudah muncul berita terbaru bahwa CXMT (brand asal China ini) sudah terima kontrak dari Tencent untuk 3-5 tahun kedepan untuk produksi HBM di China, dan ini sesuai dengan apa yang saya sampaikan jauh hari di artikel ini yang bisa anda baca juga jejaknya.
Intinya adalah bahwa industri semikonduktor selama ini hanya dipegang oleh 3 pemain besar dan belakangan nambah satu dari China, yang mungkin tahun depan jadi 5 dari China lagi, yang semua itu masih kurang untuk kebutuhan data center yang terus bertambah.
Karena produsennya cuma 3 sementara kebutuhannya besar, disitulah terbentuk kelangkaan stok, dan akibatnya harga naik. Sederhana.
Kedaulatan Produsen
Produsen dalam hal ini juga punya hak untuk memproduksi barang apa yang mau mereka jual, dan permintaan yang berani bayar lebih besar lah yang akan dilayani lebih dulu. Bukan yang datang duluan awokwokwokwok, lu kata kang nasi goreng ?
Dan masalahnya adalah bahwa Data Center ini duitnya gak itungan bos, mereka mau bayar berapapun selama pasokan tersedia dan bisa mereka gunakan. Beda sama market retail yang harga naik dikit, batal beli, nego ga jadi-jadi bikin emosi dan akhirnya milih nunda sampai harga naik lagi. Terus makin ribut lagi.
Saya bukan bagian dari ketiga produsen itu dan bukan juga bagian dari industri semikonduktor dan tidak mendapat keuntungan apapun dari kenaikan harga yang terjadi dan bahkan juga terdampak.
Tapi saya sebagai pengguna juga punya hak, untuk membeli atau tidak, untuk menelisik apa sebenarnya yang terjadi di dunia saat ini dan mempelajari peta nya. Dan saya juga produsen produk, jadi saya sedikit bisa memahami bagaimana posisi saya ketika digugat dengan dalih yang kurang berdasar logika itu.
Dan jika dalam persidangan penggugat menang, saya juga masih membuka kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan yasudah memang itu yang seharusnya terjadi dan masih sejalan dengan konsep kehidupan yang saya tulis disini.
Dan ya, faktanya harga RAM naik tinggi, disusul SSD dan semua itu berkaitan dengan AI.
Bahkan belakangan juga muncul kabar dari produsen toilet TOTO yang juga melaporkan margin tinggi dari jualannya di sektor semikonduktor dan dia pemain satu-satunya di industri. Loh ? Apa hubungannya perusahaan toilet dengan AI ? Toilet pintar ? Bukan.
Toto memproduksi keramik khusus yang digunakan untuk produksi HBM ini dengan kualitas yang sesuai standar kebutuhan saat ini. Dan TOTO juga sedang mengembangkan teknologi keramik lebih canggih menyambut perkembangan yang jauh lebih canggih lagi kedepannya.
Kemudian industri kelistrikan juga belakangan sudah berinvestasi besar-besaran untuk menopang kebutuhan data center, yang artinya memang tidak bisa dipungkiri bahwa industri sedang mengarah kesana dan ketika konsumen PC gak kebagian ya memang bukan lagi marketnya atau market yang sedang ditinggalkan.
Dan kita sebagai manusia, sebetulnya adalah makhluk yang paling jago beradaptasi, jadi saya masih melihat kemungkinan lain dari sekedar hancurnya market PC karena tidak ada yang tau masa depan seperti apa dan bagaimana manusia beradaptasi, yang dari sana kita bisa melihat masih ada kemungkinan lain yang mungkin tidak sepenuhnya merugikan untuk manusia.
Post a Comment
Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pembaca lain
Tulis Pertanyaan