//
01
Pindah Domain Versi Lokal
Memiliki sebuah domain dalam durasi waktu yang menurut saya cukup lama, sekitar 5 tahun itu memberi saya kenyamanan yang sepertinya sulit diganti.
Dan kehilangan hal seperti itu, cukup menyebalkan. Dan ya, saya masih sebal dengan itu.
Itu sama dengan kita kehilangan alamat tempat dimana kita tinggal selama ini dengan semua hiruk pikuknya.
Saya kehilangan domain yang sudah 5 tahun saya pegang.
Kenapa itu bisa terjadi ?
Dan mungkin ini juga masih relate dengan anda yang membaca ini karena yang saya temukan juga di internet, banyak sekali domain yang terpajang dalam catatan, bio dll tidak bisa diakses lagi saat ini.Dalam kasus saya yang mungkin itu juga bisa saya ambil pelajaran berharga dari sana adalah bahwa berlangganan domain tahunan cukup beresiko.
Saya memang berlangganan domain tahunan, bukan per 2 tahun atau bahkan 10 tahun dan itu cukup rentan terhadap yang namanya lupa, dan saya hampir 2 kali kejadian seperti itu sampai pada akhirnya memang terjadi di kali kedua saya lupa.
Sebenarnya ceritanya cukup sederhana dan sangat aneh untuk bisa sampai sejauh ini.
Di dalam memory saya, jadwal perpanjangan berlangganan saya ada di kisaran bulan Juli hingga September, jadi ketika di awal-awal tahun saya tidak begitu peduli dengan urusan domain itu. Toh ketika jatuh tempo juga saya akan mendapat tagihan lewat email yang muncul di notifikasi.
Dan masalahnya, awal tahun saya masih mengakses domain tersebut dan tidak ada masalah.
Hingga kemudian, di bulan Juni, ada yang komentar di salah satu post IG saya, "domain dot com lu kemana bro ?".
Lah ? saya pikir kaget.
Ada apa nih? error kah sampai tidak bisa diakses ?
Saya cek dan ya, halaman kosong plompong tidak ada konten sama sekali.
Saya masuk lah ke dashboard dimana saya beli domain, dan terpampang disana "Kedaluwarsa".
Saya cek email, ternyata sudah ada email yang masuk sejak10 Februari tanpa pernah saya lihat.
27 Februari, saya dikirim email lagi sebagai pengingat terakhir jatuh tempo saya dan saya tidak pernah merasa mendapatkan email tersebut.
Dan yah, Juni saya baru tau kalau Domain saya sudah expired.
Itu kali kedua domain saya expired yang sebelumnya seingat saya terjadi di 2024.
Hilang Selamanya ?
Masalahnya, kali ini berbeda dengan 2024 yang bisa saya klaim balik dan saya gunakan lagi, berhasil diperpanjang.
Untuk kali ini tidak bisa begitu. Bukan karena saya sudah kehilangan kesempatan kedua, tapi lebih parah dari itu.
Domain saya sudah ada yang beli. Teregistrasi oleh pihak yang saya tidak tau itu siapa.
Kemungkinan dieksekusi bot penampung domain yang secara otomatis membeli domain ketika domain kedaluwarsa terbengkalai dan sudah masuk ke publik domain atau apalah namanya, sehingga statusnya bebas dan bisa di registrasi oleh siapapun.
Dampaknya adalah saya tidak bisa ambil itu lagi untuk saya gunakan atau harus menghubungi pihak yang membeli tersebut dan memberikan penawaran untuk dibeli.
Dan saya pikir, dengan melakukan penawaran, saya cari masalah.
Karena pembelian itu memang untuk itu, menyandera domain untuk minta tebusan ke pihak yang rela bayar berapapun, dan saya bukan pihak itu. Jadi yasudah saya biarkan saja.
Pindah
Terpaksa saya pindah ke domain baru dan mulai beradaptasi lagi, memulai lagi semuanya dari awal, membangun ulang semua yang masih bisa dimulai, benar-benar dari 0 lagi dan itu sangat menyebalkan.
Tapi, daripada tidak sama sekali, sebaiknya mulai secepatnya sedari awal untuk mendapatkan kembali nuansa yang dulu pernah ada dan sekarang hilang itu.
Tapi itu semua tidak berjalan semudah itu.
Rebrand ?
Tidak sejauh itu, saya belum dekat dengan kata branding dan sejenisnya. Itu hanyalah alamat rumah yang selama 5 tahun terakhir saya tinggali dan menetap disitu dengan semua yang sudah saya isi, lingkungan yang sudah saya kenal dan sukai.
Dan namanya alamat rumah, ketika ada pergantian, ada banyak hal yang juga memaksa saya untuk menggantinya, termasuk fasad dari rumahnya.
Itulah kenapa UI dari blog ini juga saya ganti dengan pendekatan baru yang lebih personal, meskipun sebelumnya juga sudah sangat personal.
Dan tidak berhenti disitu masalahnya, karena soal UI itu sangat tidak substansial apalagi esensial, itu cuma opsional.
Yang jadi masalah utama adalah bahwa, dengan domain baru, otomatis semua system Ads yang selama ini ada di blog ini harus hilang dan memulai semuanya dari awal.
Adsense
Kehilangan domain, bukan hanya memaksa kita mengganti domain, akan tetapi status partnership dengan Google juga harus hilang. Karena alamat baru harus didaftarkan ulang, dan harus memulai proses pengenalan alamat tersebut dari awal, mulai dari register hingga survey kelayakan dan sialnya adalah dianggap benar-benar baru, bukan hanya sebatas "saya orang lama yang pindah ke tempat baru".
Sehingga, proses verifikasi juga harus diulang dan itu tidak semudah scan QR code.
Dan ya, saat tulisan ini dibuat, AdSense belum memverifikasi domain ini dan berkali-kali sudah ditolak, yang padahal isinya sama persis dengan alamat sebelumnya.
Kenapa saya membahas isinya, adalah karena penolakan tersebut mengakar pada "miskin konten".
Yang padahal sebelumnya, di domain lama, saya tidak pernah dapat penolakan sama sekali terkait konten yang bahkan waktu itu baru berisi 4-5 konten original.
Entahlah.
Dan ya, itu cukup menyebalkan sebenarnya, karena hilangnya AdSense artinya menjadi banyak plot kosong menganga di setiap halaman.
Dan tidak mudah bagi saya menerima semua itu.
Tapi ya gimana lagi, saya masih terus mencoba dan terus mencoba sampai penolakan itu lelah menghadapi saya.
Post a Comment
Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pembaca lain
Tulis Pertanyaan