//
01
RAKIT PC di 2026 ? Masih Masuk Akal ?
Belakangan ini muncul pertanyaan seperti apakah Rakit PC di 2026 sudah berakhir ?
Yang mungkin cukup relate saya rasakan baru-baru ini mengingat bulan lalu saya baru selesai rakit pc setelah sebulan lamanya bertualang dan berbaku hantam di marketplace dengan harga parts yang bisa dibilang cukup mengagetkan.
Gimana tidak, salah satu komponen PC yang sebelumnya dipandang sebelah mata dan asal ada, menjadi barang yang sangat langka dengan harga sudah naik 4 kali lipat dari harga yang saya kenal. RAM.
Dan terkait harga RAM sendiri sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya yang bisa anda baca disini.
Nah disini saya ingins sedikit berbagi pengalaman untuk menjawab pertanyaan apakah Rakit PC di 2026 masih masuk akal atau sebaiknya menunggu hingga misalnya tahun depan.
Kita bahas...
Saya pertama kali rakit PC dalam hidup saya itu di 2021 dengan spek i5 10400f, 16gb ram dan GTX 1650 super dari msi dengan type Ventus oc dual fan. Dan setahun kemudian saya justru lebih aktif di Mac karena lebih simple dalam alur pekerjaan saya.
Awal Premis
Hingga pada Maret 2026 kemarin saya nemu game yang saat ini saya nobatkan sebagai Game Terbaik menurut saya yakni Stellar Blade di Ps5 dan punya keinginan untuk main game tersebut di PC. Biar bisa jalanin Mods, anda tau lah mods apa yang mau saya pakai.
April 2026 saya mulai menyentuh PC rakitan diatas yang sudah lama ngejogrok di atas laci buat nyobain game tersebut. Dan tidak sanggup.
Akhirnya saya konsultasi dengan beberapa AI dengan target saya adalah bisa main Stellar Blade di PC dengan stabil di 90fps high di monitor 3440x1440 yang memang sudah saya gunakan setahun terakhir.
AI bilang untuk saya ganti GPU ke 4060 ti 16gb karena game modern boros VRAM, dan oke akhirnya saya nemu deal bagus di 5060 Ti 16gb yang menurut saya memberi keuntungan lebih bisa jalanin DLSS terbaru, lumayan buat nambahin FPS saya pikir.
Setelah saya pasang dan main gamenya, tidak kuat. Saat ini masalah ada di CPU nya yang sudah cukup uzur untuk penggunaan saat ini. Dan justru DLSS dan frame generation makin bikin lag.
OK saya pindah saja ke Mac, pakai translator lupa namanya dan bisa jalan dengan FPS yang lebih stabil di 70an, tapi masalah yang muncul adalah Mac mini M4 pro saya kepanasan dan ada delay di movement dalam gamenya karena bukan native di jalankan oleh Mac mini, melainkan windows yang ditumpangin ke Mac mini.
Lanjut lah minta saran AI untuk rakitan yang sesuai target saya di 90 fps stabil, dan muncullah satu gagasan yang mengubah semua perjalanan upgrade kali ini yang hanya dipicu oleh satu game "bokong" saya sebutnya.
AM5
Pertimbangannya adalah saya sudah beli RTX 5060 Ti, yang merupakan generasi paling baru saat ini dan sangat layak untuk disandingkan dengan platform baru biar performanya benar-benar berguna, tidak terhalang oleh part dari platform lama.
Dan dalam estimasi harga yang dibuat AI, ram masih pakai harga 2024 di 1jutaan untuk rekomendasi 32gb nya.
Saya list dan saya mulai beli part-demi part. Dan seperti biasa, RAM paling belakang karena saya taunya itu adalah komponen yang bebas pilih merk dan spek serta style dengan harga yang tidak perlu dipikirkan.
Ryzen 7500f sudah terbeli, Motherboard budget Maxsun B650m Ice sudah, RTX 5060 Ti 16gb sudah pegang, Psu Mwe 650 gold sudah di tangan. Tinggal beli RAM dan semua urusan beres.
Dan Jeng jeng !!!!
Harga RAM diatas 5jt an untuk 32gb !
Tertipu AI
OKe saya turunkan ke 16GB, dan ketemu harga di 2.8 disaat semua listing mencantumkan harga 3-3.5 untuk 16GB Ddr5. Saya order itu.
Munculah berita TurboQuant sudah siap pakai yang 6x lipat lebih efisien terhadap memory yang terindikasi harga RAM akan segera turun dalam waktu dekat, ditambah lagi berita pembatalan kontrak OpenAI yang batal membeli banyak RAM yang mungkin akan membuat suplay RAM menjadi lebih banyak dan harga stabil.
Menyikapi berita tersebut, saya cancel order RAM saya.
Drama RAM
Dan begitu mempertimbangkan bahwa penurunan mungkin baru akan terjadi lama setelah itu, saya coba reorder unit tadi dan sudah hilang diambil orang. Bjir.
OK, fokus ke RAM 32gb under 5jt kalau masih ada. Berhari-hari saya cari dan tidak ketemu sama sekali, syulid sekali.
Pada suatu sore muncul listing PC rakitan 2024 dengan spek AM5 dengan RAM 32gb di bandorl dengan harga 15 juta. Langsung tanpa babibu saya gaspol meskipun harus keluar duit lebih banyak dari yang seharusnya saya keluarkan yakni 5 jutaan.
Saya ambil dan justru itu adalah keputusan terbaik yang saya lakukan saat itu.
Apa yang terjadi kemudian, saya jual balik semua yang sudah saya beli sebelumnya, CPU dan motherboard.
Sementara dari PC rakitan yang saya beli, saya jual semua dengan saya cuma sisakan CPU, RAM dan SSD untuk dipasangkan dengan RTX 5060 Ti saya.
Setup lama juga saya jual semua dengan harga yang tidak terlalu murah dan tidak mahal juga.
Dan dengan total semua part dari PC lama dan PC rakitan yang saya beli, ditambah mac mini m2 bekas, saya hanya nambah 8 jutaan untuk upgrade dari i5 10400f, 16GB RAM dan 1650 super ke AM5 midrange setup, RAM 32gb 6000mts yang mana sweetspot, dengan RTX 5060 Ti 16GB yang sangat mumpuni untuk main game bahkan AI lokal.
Sampai disini, saya berhasil mengkonversi barang lama menjadi setup baru yang sangat relevan untuk industri PC saat ini baik Game maupun render dan lokal AI dengan total penambahan cash cuma di 7.5 juta rupiah.
Jika anda bingung soal PC rakitan 15jt, saya hanya mengambil RAM, SSD dan Casing dan menjual sisanya dengan total 10jt kembali masuk ke tabungan.
Kasarannya saya beli RAM 32GB DDR5 6000mts, SSD Nvme 1TB dan Casing berikut fan di harga 5 jt total.
Kesimpulan
Dan dari pengalaman tersebut, saya bisa bilang bahwa rakit PC di 2026 masih cukup relevan dan bisa dipertimbangkan apalagi jika konteksnya Upgrade karena platform lama juga belakangan ini mengalami kenaikan yang lumayan tinggi karena pada akhirnya banyak orang yang memilih untuk stay atau mulai rakit di DDR4 karena DDR5 terlalu mahal dan kurang masuk akal.
Post a Comment
Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pembaca lain
Tulis Pertanyaan